Li Qingzhao (李清照 Lǐ Qīngzhào) bukanlah sosok yang lembut dan melankolis seperti yang coba dibentuk oleh abad-abad berikutnya. Dia adalah seorang penjudi yang kompetitif yang menulis risalah tentang permainan papan. Dia meminum anggur dan menulis tentangnya tanpa rasa malu. Dia secara terbuka mengkritik para penyair pria paling terkenal di masanya karena salah dalam memahami aturan musikal puisi ci (词 cí). Dan ketika suami keduanya ternyata adalah seorang yang abusif, dia menceraikannya — di Tiongkok abad ke-12, di mana seorang wanita yang mengajukan perceraian berarti dijebloskan ke penjara.
Dia menjalani hukuman penjara itu. Dia menganggapnya sepadan.
Tahun Awal: Jinan dan Kaifeng
Li Qingzhao lahir sekitar tahun 1084 di Jinan (济南 Jǐnán), provinsi Shandong, dalam sebuah keluarga cendekiawan dan pejabat. Ayahnya, Li Gefei (李格非 Lǐ Géfēi), adalah tokoh sastra yang terhubung dengan lingkaran Su Shi (苏轼 Sū Shì). Ibunya berasal dari keluarga perdana menteri. Dia tumbuh dikelilingi buku, seni, dan pembicaraan politik.
Pada usia delapan belas tahun, dia menikah dengan Zhao Mingcheng (赵明诚 Zhào Míngchéng), seorang cendekiawan yang terobsesi mengumpulkan prasasti perunggu kuno dan cetakan batu. Menurut semua laporan, itu adalah pernikahan cintanya yang sejati — sesuatu yang langka di era pernikahan yang diatur. Mereka menghabiskan malam dengan mengkatalogkan artefak, saling menguji pengetahuan sastra, dan minum teh. Li Qingzhao kemudian menulis bahwa mereka akan bertaruh siapa yang bisa mengingat halaman dan baris tertentu dari kutipan yang datang. Yang kalah harus menuangkan teh.
Puisi awalnya mencerminkan kebahagiaan ini, tetapi tidak pernah sederhana. Bahkan puisi cintanya membawa nuansa kecemasan — kesadaran bahwa kebahagiaan itu sementara, bahwa perpisahan itu tak terhindarkan:
> 此情无计可消除,才下眉头,却上心头。 > Perasaan ini — tidak ada cara untuk menghilangkannya. Ia meninggalkan alis saya, tetapi naik ke dalam hati saya. > (Cǐ qíng wú jì kě xiāochú, cái xià méitóu, què shàng xīntóu.)
Itu dari "Satu Potong Plum" (一剪梅 Yī Jiǎn Méi), ditulis selama salah satu perjalanan kerja Zhao Mingcheng yang sering. Ketepatan fisiknya sangat luar biasa — perasaan itu secara harfiah berpindah dari dahi ke dada, seperti beban yang bergeser di dalam tubuhnya.
Revolusi Ci
Li Qingzhao tidak hanya menulis puisi ci. Dia menulis esai kritis berjudul "Tentang Puisi Ci" (词论 Cí Lùn) yang menguraikan teorinya tentang apa seharusnya puisi ci — dan apa yang kebanyakan penyair lakukan dengan salah.
Argumennya adalah bahwa ci memiliki aturannya sendiri, terpisah dari puisi shi (诗 shī). Ci awalnya ditulis untuk dinyanyikan, dan tuntutan musikal — pola nada tertentu, panjang baris, dan skema rima yang ditentukan oleh pola lagu (词牌 cípái) — tidak bisa diabaikan. Dia mengkritik penyair seperti Su Shi karena menulis ci yang enak dibaca di halaman tetapi sebenarnya tidak bisa dinyanyikan. Ci Su Shi, katanya, sebenarnya hanyalah puisi shi yang dimasukkan ke dalam bentuk ci.
Ini sangat berani. Su Shi adalah tokoh sastra yang paling dihormati dari generasi sebelumnya. Bagi seorang wanita untuk secara publik mengkritiknya di bidang teknis memerlukan kepercayaan diri yang luar biasa atau keberanian yang luar biasa. Li Qingzhao memiliki keduanya.
Ci-nya sendiri menunjukkan apa yang dia maksud. Ambil "Pelan, Pelan" (慢慢来 Màn Màn Lái).