10 Puisi Terbaik Dinasti Tang yang Harus Diketahui Setiap Pembaca

Sepuluh Esensial

Sepuluh puisi ini adalah puisi yang dihafal setiap orang Tiongkok. Bagi pembaca berbahasa Inggris, puisi-puisi ini menawarkan titik masuk terbaik ke dalam dunia luas puisi Tang.

1. Pemikiran Malam yang Tenang — Li Bai (李白)

静夜思

床前明月光,疑是地上霜。 举头望明月,低头思故乡。

Sinarnya bulan di depan tempat tidurku — mungkin embun di tanah. Aku mengangkat mata ke bulan yang terang, menunduk dan memikirkan kampung halaman.

Mengapa ini penting: Puisi yang paling banyak dihafal dalam bahasa Tiongkok. Empat baris yang menangkap penderitaan universal merindukan rumah. Bacaan terkait: Puisi Minum Li Bai: Anggur, Bulan, dan Jiwa Puisi Tiongkok.

2. Fajar Musim Semi — Meng Haoran (孟浩然)

春晓

春眠不觉晓,处处闻啼鸟。 夜来风雨声,花落知多少。

Dalam tidur musim semi, aku tidak menyadari fajar. Di mana-mana aku mendengar burung bernyanyi. Semalam: suara angin dan hujan — Berapa banyak bunga yang telah jatuh?

Mengapa ini penting: Kesederhanaan yang sempurna. Transisi dari kenyamanan ke kesadaran dan melankolis lembut dalam empat baris.

3. Mendaki Menara Stork — Wang Zhihuan (王之涣)

登鹳雀楼

白日依山尽,黄河入海流。 欲穷千里目,更上一层楼。

Bulan putih terbenam di balik gunung, Sungai Kuning mengalir ke laut. Untuk melihat seribu mil lebih jauh, Naik satu lantai lagi.

Mengapa ini penting: Dua baris terakhir menjadi salah satu pepatah terkenal di Tiongkok — yang berarti "untuk mencapai lebih, terus dorong lebih tinggi."

4. Perpisahan dengan Seorang Teman — Li Bai (李白)

送友人

青山横北郭,白水绕东城。 此地一为别,孤蓬万里征。 浮云游子意,落日故人情。 挥手自兹去,萧萧班马鸣。

Gunung hijau terhampar di dinding utara, Air putih berkelok-kelok di sekitar kota timur. Di sini kita harus berpisah, Seperti gulma kesepian, kamu akan bepergian sejauh sepuluh ribu mil. Awak awan: suasana hati sang pengembara. Mentari terbenam: perasaan seorang teman lama. Kamu melambaikan tangan dan pergi dari sini — Kudamu mengembik saat berangkat.

Mengapa ini penting: Puisi perpisahan yang paling khas, menangkap bagaimana alam mencerminkan emosi manusia.

5. Pemandangan Musim Semi — Du Fu (杜甫)

春望

国破山河在,城春草木深。 感时花溅泪,恨别鸟惊心。 烽火连三月,家书抵万金。 白头搔更短,浑欲不胜簪。

Negara telah hancur, tetapi gunung dan sungai tetap ada. Di kota pada musim semi, rumput dan pohon tumbuh lebat. Tergerak oleh zaman, bunga membawa air mata. Benci akan perpisahan, burung-burung mengejutkan hati. Api suar selama tiga bulan berturut-turut — Surat dari rumah bernilai sepuluh ribu emas. Aku menggaruk rambut putihku, semakin tipis — Segera bahkan tidak bisa menahan jepit rambut.

Mengapa ini penting: Ditulis selama Pemberontakan An Lushan, ini adalah puisi perang terbesar Tiongkok — kesedihan pribadi mencerminkan bencana nasional.

6-10: Puisi Esensial Lainnya

6. Taman Rusa — Wang Wei

空山不见人,但闻人语响。返景入深林,复照青苔上。 Gunung kosong, tak ada orang di pandangan — tetapi suara manusia bergema. Cahaya kembali memasuki hutan yang dalam, bersinar kembali pada lumut hijau.

7. Lagu Kesedihan Tak Berujung — Bai Juyi (potongan)

Puisi cinta epik dari Kaisar Xuanzong dan Yang Guifei, 840 karakter keindahan menghancurkan.

8. Berangkat dari Kota Baidi — Li Bai

朝辞白帝彩云间... Perpisahan pagi di Baidi di antara awan berwarna...

9. Di Menara Stork — Wang Zhihuan (alternatif)

Termasuk di atas —

Tentang Penulis

Pakar Puisi \u2014 Penerjemah dan sarjana sastra yang berfokus pada puisi dinasti Tang dan Song.

Share:𝕏 TwitterFacebookLinkedInReddit